ads

Friday, May 20, 2022

ASJ-11 F. DNS Server

 ASJ-11 F. DNS Server

DNS server merupakan salah satu komponen penting saat ini dalam sistem internet. Keberadaannya sangat membantu dalam mengakses berbagai layanan di internet, mulai dari situs berita, publikasi karya ilmiah, jejaring sosial dan masih banyak lagi manfaat lainnya. Kesemua layanan tersebut dapat diakses dengan mudah karena memiliki nama yang yang dapat diingat oleh user. Server DNS memegang peranan penting untuk menjaga kaitan antara nama dengan komputer server tujuan aplikasi internet. Apabila ada permasalahan dalam server DNS akan menyebabkan akses ke suatu sumber daya di internet akan terganggu.

 1. Menguji konfigurasi DNS server DNS adalah singkatan dari Domain Name Server, yaitu sebuah sistem yang menyimpan semua informasi data dari domain atau hostname dalam sebuah jaringan. tanpa adanya DNS, maka domain tidak bisa mentranslate atau menerjemahkan domain ke alamat IP. DNS Server merupakan server yang menyimpan DNS tersebut. Cara kerja DNS server dapat dilihat seperti gambar dibawah ini :




a. Komputer akan request alamat ip website ke server DNS lokal 
b. Server DNS lokal akan melihat ke dalam database dan cache nya 
c. Jika cache ditemukan maka server DNS akan langsung memberikan ip ke aplikasi browser. jika tidak ditemukan maka server DNS lokal akan menghubungi DNS server lainnya 
d. Setelah mendapatkan alamat IP, DNS Server lokal akan menyimpannya sebagai cache sehingga jika ingin akses ke alamat yang sama maka DNS server tidak perlu menghubungi DNS server lainnya. permintaan ke DNS lain hanya terjadi jika di DNS server lokal tidak ditemukan data atau cache nya. 
e. Alamat IP di berikan ke browser sehingga browser dapat membuka website yang di publikasikan di IP tujuan.

Konfigurasi DNS Server dapat dilakukan dengan perintah: 
# apt-get install bind9 

Untuk Konfigurasi DNS dapat dilakukan dengan perintah: 
# gedit /etc/bind/named.conf 

Edit file named.conf , pada contoh ini menggunakan IP 192.168.1.100 dengan domain universitas.com. Membuat konfigurasi domain : db.universitas pada directory /etc/bind, sebelum membuatnya diharuskan mengcopy file db.local menjadi db.universitas, dengan cara : 
# cp /etc/bind/db.local /etc/bind/db.universitas 

Selanjutnya edit file db.universitas, dengan cara: 
# nano /etc/bind/db.universitas 

Selanjutnya membuat konfigurasi resolver , copy file db.127 menjadi db.universitas.rev dengan cara, ketik: 
# cp /etc/bind/db.127 /etc/bind/db.universitas.rev 

lalu ubah file db.universitas.rev, ganti localhost dengan nama domain, dan ip 127.0.0.1 ganti dengan ip anda, ketik perintah : 
# nano /etc/bind/db.universitas.rev 

Lalu save, Langkah terakhir yaitu : mengedit konfigurasi DNS pada resolv.conf , ketik : `
# gedit /etc/resolv.conf 

lalu ganti DNS nameservernya menjadi IP anda : 
nameserver 192.168.1.100 

restart DNS server, ketik : 
# /etc/init.d/bind9 restart 

Uji coba bisa dilakukan dengan web browser



Pemeriksaan dns juga dapat dilakukan dengan perintah 
# nslookup universitas.com

2. Memperbaiki dan memastikan kondisi server DNS 
Saat ini banyak server internet yang dibangun menggunakan UNIX/Linux sebagai basisnya sedangkan BIND merupakan aplikasi server DNS yang saat ini paling banyak digunakan pada sistem UNIX/Linux. Berikut ini merupakan kegiatan yang dapat dilakukan untuk memperbaiki dan memastikan kondisi server DNS selalu dalam keadaan optimal. 

a. Pastikan Port DNS Dalam Keadaan Terbuka 
Secara default aplikasi BIND mendengarkan request dari klien pada port 53. Sehingga pastikan port tersebut dalam keadaan terbuka dan layanan DNSnya dalam keadaan aktif. Cek status port 53 menggunakan aplikasi telnet dengan format perintah berikut. 
telnet alamat-server-dns 53 atau telnet alamat-server-dns domain 

Contoh: telnet 192.168.55.68 domain 

Apabila berhasil akan menampilkan tulisan seperti berikut. 
Trying 192.168.55.68... 
Connected to ns1.kdebian.org. 
Escape character is '^]'. 

Cara lain untuk mengetahui apakah port 53 sedang aktif dapat dengan perintah netstat berikut. 
netstat -tulpn | grep 53 
atau 
netstat -atve 

Agar lebih yakin bahwa port DNS dapat digunakan, pastikan firewall di server membuka akses ke port 53. Gunakan perintah berikut ini menampilkan daftar aturan firewall iptables. 
iptables –L –n 

Pastikan juga bahwa layanan server DNS dalam keadaan aktif dengan menggunakan perintah status berikut ini. 
/etc/init.d/bind9 status 

Apabila belum diaktifkan, aktifkan dengan menggunakan perintah berikut. 
/etc/init.d/bind9 start atau /etc/init.d/bind9 restart

b. Cek Log DNS 
Hampir semua layanan yang ada pada sistem UNIX/Linux memiliki file log yang berisikan catatan kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan oleh layanan tersebut. Demikian juga dengan server DNS, apabila terdapat permasalahn dalam layanan ini pesannya akan disimpan dalam file log tersendiri. Gunakan perintah berikut untuk membaca file log server DNS segera setelah server diaktifkan. 
tail -f /var/log/syslog 
Contoh output dari perintah ini adalah.


c. Validasi konfigurasi DNS 
Kegiatan terakhir yang dapat dilakukan terkait dengan perbaikan server DNS ini adalah dengan melakukan validasi kesesuaian konfigurasi DNS dengan standar yang digunakan BIND. Berikut ini adalah perintahnya. named-checkconf /etc/bind/named.conf 

Hasilnya, apabila mengalami kesalahan akan menampilkan tulisan seperti berikut:
/etc/bind/named.conf:11: missing ';' before 'include' 

Sebagai catatan, apabila tidak ada kesalahan dalam konfigurasi BIND, tidak ada keluaran yang diberikan oleh perintah diatas. 

d. Uji Fungsionalitas Server DNS
Terdapat sejumlah aplikasi yang dapat digunakan untuk menguji fungsionalitas server DNS, diantaranya adalah:
host 
Format perintahnya: 
host nama-domain 
host alamat-ip 
contoh: host www.kdebian.net




host –l kdebian.net



dig 
Format perintahnya: 
dig nama-domain 
dig alamat-ip 
contoh: dig www.kdebian.net




nslookup 
Format perintahnya: 
nslookup nama-domain 
nslookup alamat-ip 
Contoh: 



e. Perbaikan Pada Sisi Klien 
Selain pada sisi server permasalahan DNS juga dapat terjadi pada komputer klien sebagai pengguna dari layanan DNS ini. Perintah berikut ini dapat digunakan untuk mengatur ulang (reset) konfigurasi DNS yang diterima dari server.





Langkah ini sangat berguna saat konfigurasi server DHCP dan DNS mengalami perubahan. Dengan melakukan perintah ini komputer klien akan dapat menerima konfigurasi yang baru tersebut.

No comments:

Post a Comment